Tito, Pusat Studi Seksualitas-PKBI DIY October 6, 2009
Posted by fransiskool in Pusat Studi Seksualitas-PKBI DIY, Tito.trackback
bELAKANGAN ini banyak orangtua yang semakin khawatir dengan perkembangan dan juga pergaulan anak-anaknya. Mereka semakin was-was kalau-kalau putera-puteri mereka yang kelihatannya alim di rumah ternyata bisa bertindak “liar” di luar rumah.
Kekawatiran ini diakui semakin menjadi-jadi setelah mencuat kasus pelaporan pemerkosaan yang menimpa bintang sinetron Faisal terhadap seorang remaja berusia 18 tahun bernama Sheara Rendra Mayang Putri. Atau juga yang dilaporkan Puspita Wahyuningsih alias Pipit dengan perut membucit yang diakuinya merupakan buah hubungannya dengan bintang sinetron dan iklan Agung Dumadi.
Anak hamil di luar nikah? Mendengar hal tersebut seperti halnya disambar petir di siang bolong. Terlebih lagi jika hal tersebut terjadi di keluarga sendiri. Rasanya sebagai orang tua tidak kurang memberi pengertian akan bahaya dan dosa jika mereka melakukan hubungan seks di luar nikah.
Apalagi jika sang orangtua tahu benar bahwa anaknya tidak pernah membantah, patuh dan termasuk juga jarang bergaul. Pertanyaan mengapa dia bisa hamil tanpa nikah terlebih dahulu? Apapula yang menyebabkan seusia mereka harus berhubungan layaknya pasangan suami-isteri?
Yang pasti kejadian ini tak hanya membuat malu keluarga yang punya anak wanita. Bagi yang punya anak laki-laki, juga tentu merasa tercoreng-moreng. Kemungkinan muncul pertanyaan mengapa anaknya yang baru saja dapat mengendarai mobil, ataupun naik motor kini bisa menghamili anak orang? Jika ini sudah terlanjur terjadi, apa yang harus dilakukan oleh para orang tua? Apakah akhirnya menikahkan mereka juga? Ataukah malahan menganjurkan hal yang dilarang dunia-akherat, yakni aborsi?
Pertanyaan-pertanyaan ini tentu berpulang pada jawaban Anda masing-masing. Yang pasti selayaknya orangtua yang harus selalu berkewajiban mengayomi dan memberi rasa aman, apapun masalah yang menimpa mereka harus tetap dalam arahan orangtua. Rangkul mereka dan bantu mereka mencari solusi terbaik dari setiap masalah yang mereka hadapi. Bukan langsung mengkambing hitamkan dan memvonis buruk mereka. Bukan pula memberikan solusi tidak beradab seperti contohnya melakukan aborsi atau mencuci tangan atas apa yang sebenarnya telah mereka lakukan.
Sebenarnya apakah yang paling diinginkan oleh para remaja jika mereka mempunyai sebuah masalah yang mereka pikir tidak dapat diselesaikan sendiri, baik itu masalah pelajaran, pacar, teman ataupun keluarga? Pasti mereka akan curhat.
Sebab mereka pikir dengan curhat, maka masalah mereka dapat teratasi dan apa yang menjadi kegelisahan jiwa mereka dapat dilepaskan. Dengan curhat selain mereka merasa dilegakan perasaannya, mungkin juga dapat masukan untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapinya.
Tapi bukan solusi terbaik kiranya bila mereka curhat pada orang yang tidak tepat. Karena kemungkinan malahan bukannya jawaban dan penyelesaian yang mereka dapat, melainkan malahan timbul permasalahan baru. Apalagi jika menyangkut sesuatu yang dirahasiakan. Kadang teman yang sudah dianggap dekat dan baik pun belum tentu dapat diajak curhat dalam segala hal.
Alangkah baiknya sejak dini rangkul mereka, ajak mereka sebagai seorang teman dan sahabat. Dengan demikian mereka bisa dengan mudah mengatakan apa yang mereka rasakan, tak terkecuali tentang permasalahan cinta mereka. Terangkan pula apa itu seks dan akibatnya sesuai dengan usia dan perkembangan mereka. Dengan demikian mereka bisa berpikir sekian kali untuk melakukan seks diluar nikah.
Penanaman agama sedini mungkin juga menjadi jaminan kelangsungan hidup mereka untuk lebih baik. mereka bisa memilih hubugan yang sehat itu seperti apa, pacaran itu seperti apa dan norma hubungan antar pria dan wanita diluar pernikahan itu seperti apa.
Mulai dari sekarang juga dan detik ini juga rangkul mereka, dekati mereka sebagai sahabat karib dan bukan menyalahkan semuanya ketika semuanya sudah telanjur terjadi

Comments»
No comments yet — be the first.