<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cara Dapat Uang Dari Internet</title>
	<atom:link href="http://tripadsense.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tripadsense.wordpress.com</link>
	<description>Peluang dapat uang dari internet. Belajar cari cara dapat uang internet mudah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Oct 2009 12:05:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tripadsense.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cara Dapat Uang Dari Internet</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tripadsense.wordpress.com/osd.xml" title="Cara Dapat Uang Dari Internet" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tripadsense.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tip Triks Internet Marketing</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/17/tip-triks-internet-marketing/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/17/tip-triks-internet-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 11:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali teknik dan informasi tentang Internet Marketing bahkan sampai ribuan. Di sini saya hanya akan membahas beberapa teknik secara ringkas saja.Agar anda mempunyai sedikit idea atau gagasan untuk mengembangkannya. 1. Buatlah website anda berbeda atau lebih unik. Apa yang dimaksud berbeda dan lebih unik ? Yang saya maksud kan di sini adalah websites anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=3&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak sekali teknik dan informasi tentang Internet Marketing bahkan sampai ribuan. Di sini saya hanya akan membahas beberapa teknik secara ringkas saja.Agar anda mempunyai sedikit idea atau gagasan untuk mengembangkannya.</p>
<p><strong>1. Buatlah website anda berbeda atau lebih unik. </strong></p>
<p>Apa yang dimaksud berbeda dan lebih unik ? Yang saya maksud kan di sini adalah websites anda lebih baik dari pesaing anda, baik itu dari segi pelayanan maupun dari produk yang anda jual.</p>
<p>Mereka yang berkunjung ke website anda akan kembali lagi, jika anda mempunyai isi informasi atau pelayanan yang tidak bisa mereka dapatkan dari pesaing anda.</p>
<p><strong>2. Carilah market anda, sebelum anda membuat sebuah produk. </strong></p>
<p>Orang yang mulai dengan membuat produk dan kemudian mencari pelanggan akan menghadapi kegagalan dan menemui jalan yang sulit.</p>
<p>Cobalah survei lebih dahulu market anda. Cari tahu apa yang mereka inginkan dan butuhkan, baru kemudian anda berikan apa yang mereka inginkan dan butuhkan itu.</p>
<p>Sebagian besar Pebisnis Sukses Internet melakukan survei lebih dahulu sebelum mereka meluncurkan sebuah produk.</p>
<p><strong>3. Tidak ada iklan yang GRATIS. </strong></p>
<p>Inilah yang harus anda ingat. Bahwasanya di internet tidak ada sesuatu hal yang gratis. Semuanya memerlukan investasi yang harus anda keluarkan. Baik itu berupa UANG atau WAKTU anda.</p>
<p>Bahkan iklan gratispun sebenarnya tidak gratis. Anda perlu mengeluarkan uang untuk koneksi ke internet atau waktu yang anda habiskan.</p>
<p><strong>4. Fokuskan semua yang anda lakukan untuk mendapatkan keuntungan. </strong></p>
<p>Apapun yang anda lakukan di websites anda. Misalnya Kursus Gratis, Iklan, Ebook Gratis, atau apapun aktivitasnya. Anda fokuskan ke tujuan utama anda membuat website itu. Jangan anda memfokuskan hanya untuk mendapatkan pengunjung yang banyak saja.</p>
<p>Tetapi Anda harus fokus bahwa tujuan anda adalah untuk mendapatkan keuntungan. Mungkin saja situs anda banyak pengunjung, tetapi belum tentu mereka membelinya.</p>
<p><strong>5. Layanilah pelanggan anda dengan senang hati. </strong></p>
<p>Anda berbisnis bukan hanya untuk mencari uang satu kali saja. Anda bisnis online untuk mendapatkan uang secara terus menerus. Untuk itu layanilah pelanggan anda dengan sebaik-baiknya sehingga mereka mendapatkan kepuasan.</p>
<p>Kalau pelanggan anda puas dan percaya dengan bisnis anda, maka anda dapatdengan mudah mendapatkan uang karena mereka pasti akan mempromosikannyake yang lain.Anda tahu maksudnya?</p>
<p><strong>6. Berikanlah apa manfaat/keuntungan yang bisa mereka dapatkan. </strong></p>
<p>Kadangkala , sebuah website hanya menampilkan tentang sejarah perusahaan dari mulai berdiri sampai penghargaan-penghargaan yang didapatkan. Itu semua tidak ada hubungannya dengan pelanggan anda. Pelanggan anda hanya menginginkan apa yang bermanfaat / menguntungkan baginya.</p>
<p>Itu adalah suatu hal yang asasi, setiap orang pasti lebih tertarik jika menyangkut dirinya sendiri.</p>
<p><strong>7. Hindari tantangan-tantangan bila anda mulai memilih bisnis. </strong></p>
<p>Bila anda pendatang baru di bisnis ini,sebaiknya anda mulai dengan bisnis yang tidak terlalu banyak tantangan. Yang hanya akan menghabiskan waktu anda saja tanpa bisa anda selesaikan dengan cepat.</p>
<p>Untuk itu cobalah anda mulai dengan bisnis yang bisa anda selesaikan paling lama satu bulan ke depan&#8230; bukan dengan mengeluarkan uang ratusan juta dan menyelesaikan proyek anda satu tahun ke depan. Kapan anda akan membuat keuntungan ?</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>8. Tampilan website anda jangan berlebihan. </strong></p>
<p>Salah satu yang sering dilupakan oleh pebisnis internet adalah tampilan websitenya. Mereka membuat tampilan web secara berlebihan&#8230; dengan menggunakan &#8220;flash&#8221; atau dengan gambar-gambar yang dapat memperlambat proses penampilan web.</p>
<p>Ingat !! Bila dalam beberapa detik websites anda tidak terlihat , apalagi websites anda memerlukan penginstalan plug-in maka jangan harap anda dapat melakukan transaksi penjualan.</p>
<p>Anda adalah pebisnis internet, tujuan utama anda mencari keuntungan bukan mendapatkan penghargaan website yang terindah.</p>
<p><strong>9. Cobalah anda atur navigasi di web anda. </strong></p>
<p>Jangan anda mengasumsikan bahwa semua pengunjung web anda akan menekan tombol &#8216;back&#8217; untuk kembali ke halaman utama anda.</p>
<p>Cobalah anda buat menu-menu web di setiap halaman web anda. Sehingga pengunjung situs anda tidak bingung mencari informasi yang anda tawarkan.</p>
<p><strong>10. Tidak ada teknik marketing yang benar-benar baru. </strong></p>
<p>Kita berbicara tentang teknologi baru, tetapi tidak ada teknik marketing yang benar-benar baru. Seseorang pasti telah menggunakannya di bisnis lain.</p>
<p>Untuk itu bukalah selalu mata anda, carilah teknik marketing yang dapat anda terapkan untuk bisnis anda, dimanapun anda menemukkannya &#8216;ambillah&#8217; dan &#8216;ujilah&#8217; untuk bisnis anda.</p>
<p>Sebelum Anda akan membaca tip &amp; triks lainnya. Silahkan anda berulang-ulang membacanya sampai anda siap untuk menerima teknik yang lainnya.</p>
<p>Semua teknik diatas memang mudah untuk dikatakan, tetapi untuk anda gunakan di bisnis anda, itu cerita yang lain lagi. Tanyakan pada diri anda, jika anda ingin mengikuti jejak pebisnis internet yang sukses maka lakukan teknik-teknik diatas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=3&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/17/tip-triks-internet-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIGA INSTITUSI YANG AKAN MEMPENGARUHI PRIBADI DAN TINGKAH LAKU SEORANG ANAK</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/tiga-institusi-yang-akan-mempengaruhi-pribadi-dan-tingkah-laku-seorang-anak/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/tiga-institusi-yang-akan-mempengaruhi-pribadi-dan-tingkah-laku-seorang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 04:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/tiga-institusi-yang-akan-mempengaruhi-pribadi-dan-tingkah-laku-seorang-anak</guid>
		<description><![CDATA[Ada tiga institusi yang akan mempengaruhi pribadi dan tingkah laku seorang anak yaitu keluarga, masyarakat maupun sekolah. Tiga institusi ini tidak bisa dipisahkan satu-sama lainnya dalam mempengaruhi kepribadian maupun perilaku seseorang. Karena begitu kuat dan pentingnya ketiga institusi tersebut dalam mempengaruhi tingkah laku seseorang maka walaupun tidak sepenuhnya benar ada pepatah mengatakan bahwa &#8221; kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=110&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Ada tiga institusi yang akan mempengaruhi pribadi dan tingkah laku seorang anak yaitu keluarga, masyarakat maupun sekolah. Tiga institusi ini tidak bisa dipisahkan satu-sama lainnya dalam mempengaruhi kepribadian maupun perilaku seseorang. Karena begitu kuat dan pentingnya ketiga institusi tersebut dalam mempengaruhi tingkah laku seseorang maka walaupun tidak sepenuhnya benar ada pepatah mengatakan bahwa &#8221; kalau ingin melihat bagimana kondisi keluarga, masyarakat dan sekolah yang <b>ada maka lihat </b>bagaimana <b>perilaku yang </b>ditampilkan oleh anggota masyarakatnya&#8221;.</span>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Pepatah tersebut menggambarkan betapa besar peranan keluarga, masyarakat dan sekolah dalam mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku seseorang. Karena perilaku seseorang yang dalam hal ini para remaja sangat dipengaruhi oleh seberapa jauh mereka memahami tentang berbagai hal yang mereka hadapi dalam kehidupannya.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Berbagai potensi yang mereka miliki akan tumbuh <i><span style="letter-spacing:-.1pt;">dan </span></i>berkembang secara optimal dan akan <b>sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. </b>Baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial budaya yang ada di dalam keluarga, masyarakat, dan sekolah. </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Keluarga</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><b><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Keluarga merupakan </span></b><span lang="SV" style="font-size:12pt;">institusi pertama dimana seseorang akan mengenal bermacam-macam nilai sosial yang ada. Keluarga, akan menjadi tempat berlangsungnya proses sosialisasi dan internalisasi nilai dan beragam ketrampilan dasar dalam hidup seseorang. Sehingga jika proses sosialisasi dan internalisasi nilai <span>&nbsp;</span>berlangsung<span>&nbsp; </span>dengan baik maka kepribadian anak akan menjadi mantap.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Oleh karena itu keluarga menjadi tempat pertama seorang anak mengenal nilai &#8211; nilai yang ada dimasyarakat maka peran orang tua dan anggota keluarga yang lain menjadi sangat menentukan dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak. Qrang tua akan menjadi patron dan referensi pertama oleh anak dalam melakukan tindakan tertentu. Maka orang tua akan selalu dijadikan rujukan dan teladan bagi anak dalam bertingkah 1aku, karena seorang anak yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan kepribadian akan cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Karena begitu pentingnya peran keluarga dalam membentuk pribadi dan perilaku seorang anak, maka orang tua harus bisa menjadi idola anak, tempat anak bertanya berbagai hal yang anak ingin ketahui dalam hidupnya, dan sebagai tempat terjadinya transformasi dan pewarisan berbagai macam nilai- nilai kehidupan.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Termasuk dalam kaitannya tentang pendidikan sex, keluarga mempunyai peran yang sangat besar walaupun dalam batas-batas tertentu dalam memberikan pemahaman tentang seksualitas anak. Pemahaman tentang seksualitas anak pertama kali akan didapatkan dari keluarga walaupun dalam tataran yang paling minimal. Paling tidak perbedaan fisik alat kelamin antara yang dimiliki oleh anak laki- laki dengan anak perempuan.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Karena anak itu paling lama berinteraksi dengan anggota keluarganya, maka orang tua maupun saudara-saudaranya yang lebih dewasa harus bisa memberikan jawaban yang benar tentang seksualitas <b>kepada anak atau </b>adiknya yang bertanya. Dan juga <b>orang dewasa harus mau </b>menegur dan mengingatkan jika ada anak maupun adiknya yang sekiranya mempunyai pemahaman yang keliru tentang persoalan seksualitas. Sehingga persepsi yang keliru itu bisa segera diluruskan paling tidak bisa dijelaskan duduk persoalannya. Disinilah peran dan posisi orang tua menjadi sangat penting dalam memberikan teladan dan contoh yang benar kepada anaknya.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.8pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Karena penyimpangan perilaku yang ditunjukkan oleh sebagian remaja atau anak kita<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>bisa jadi terjadi perbedaan persepsi khususnya<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>pada anak atau<span> </span> remaja terhadap berbagai hal yang menyangkut kehidupan seksualitasnya, misalnya terjadinya perbedaan persepsi remaja tentang seksualitas, pacaran , kehamilan, dan perkawinan.<span>&nbsp; </span>Persepsi masing-masing seseoarang khususnya anak remaja tentang pacaran, hubungan seksual, kehamilan, pernikahan maupun tentang keluarga akan sangat dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, agama, pendidikan maupun pengalaman hidup yang mereka miliki.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:10.8pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Persepsi terhadap berbagai hal yang menyangkut kehidupan mereka itulah, yang akan membentuk sikap dan perilaku mereka, apakah mereka akan melanggar norma yang ada atau tidak. Oleh karena itu peran keluarga dalam membentuk persepsi, sikap dan perilaku anak sangat menentukan, sehingga peran orang tua. dan orang dewasa yang ada dalam keluarga untuk bisa menjadi figur teladan maupun yang menjadi rujukan ana.kdalam bertingkah laku akan menjadi sangat penting sekali.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-indent:-36pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Masyarakat</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Disamping keluarga, kepribadian dan perilaku anak juga sangat dipengaruhi oleh masyarakat. Dari masyarakatlah anak akan belajar tentang berbagai nilai yang ada, karena dimasyarakatlah anak akan berinteraksi dengan berbagai macam orang dengan latar belakang sosial, budaya, agama , pendidikan maupun pengalaman hidup yang berbeda-beda.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Anak mungkin akan menemukan suatu pengalaman yang baru yang tidak dijumpai dalam keluarganya. Sehingga sesuatu yang baru itu tentunya akan menjadi bagian dari pemahaman anak terhadap lingkungan sosialnya. Berbagai macam pengetahuan baru yang mereka miliki dari teman-temannya, bacaan-bacaan, telivisi maupun berbagai macam media yang ada di masyarakat akan menjadi bagian <b>pengalaman </b>dalam hidupnya, termasuk pengetahuan mereka tentang seksualitas maupun reproduksi.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Seberapa jauh pengaruh pengalaman &#8211; pengalaman baru yang diperoleh dari masyarakat itu akan mempengaruhi persepsi, sikap dan perilaku seseorang akan sangat ditentukan oleh seberapa besar anak tersebut sudah mempunyai pemahaman awal yang mereka peroleh dari keluarga, daya seleksi dan kritis terhadap pengalaman baru yang mereka peroleh dari masyarakat</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Oleh karena setiap anak itu mempunyai bekal awal yang berbeda tentang berbagai hal, misalnya masalah seksualitas dan reproduksi sehat dari keluarganya, serta karena setiap orang mempunyai daya seleksi dan kekritisan yang berbeda, dan juga sudah menjadi sifat anak atau remaja kalau mereka itu punya kecenderungan suka meniru terhadap apa yang dilihat dan didengar maka masyarakat dituntut juga harus bertanggung jawab dan berusaha untuk bisa memberikan pengalaman yang benar sesuai dengan nilai­-nilai yang berlaku didalam masyarakat terhadap anak </span><i><span lang="SV" style="font-size:11pt;letter-spacing:.2pt;">atau remaja yang </span></i><span lang="SV" style="font-size:12pt;">menjadi bagian dari masyarakatnya.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Sehingga tidak terjadi konflik psikologis pada diri anak atau remaja tentang apa yang telah diketahui datam keluarga dengan apa yang terjadi pada masyarakat, anak harus mendapatkan pemahaman yang sinkron tentang sesuatu nilai antara yang didapatkan dari keluarga dengan apa yang diperoleh didalam masyarakat.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Pemahaman anak tentang seksualitas maupun reproduksi sehat harus sinkron antara apa yang diketahui dari keluarga dengan apa yang diketahui dari masyarakat. Jangan sampai saling kontradiktif, misalnya dalam perilaku berpacaran anak remaja, mungkin dirumah orang tua mengajarkan tentang norrna berpacaran bahwa yang namanya mencium lawan jenisnya yang bukan muhrimnya itu dilarang 0leh agama , sehingga tidak boleh dilakukan, tetapi setelah diluar anak remaja tersebut setiap hari dihadapkan atau melihat balk dilayar kaca dalam sinetron maupun dijalan anak-anak yang bukan muhrimnya saling berciuman dengan bebas, kalau berboncengan megangnnya seperti layaknya suami istri dan lain-lain. Kondisi ini tentunya akan menjadi sesuatu yang membingungkan bagi anak remaja tersebut.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Agar anak mempunyai pemahaman yang benar maka masyarakat dengan berbagai unsur yang membentuk masyarakat harus bisa memberikan contoh-contoh perilaku yang benar sesuai dengan norma yang berlaku didalarn masyarakat, media massa, maupun telivisi juga harus mau menampilkan tayangan-tayangan yang memberikan contoh yang benar, yang tidak provokatif tidak merangsang anak remaja untuk melanggar norma yang ada.</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">3.<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>Sekolah</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top:18pt;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Institusi ketiga yang ikut berperan dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak adalah sekolah. Institusi sekolah merupakan tempat terjadinya transformasi ilmu rpengetahuan maupun nilai-nilai yang berlaku didalam masyarakat. </span><span lang="SV" style="font-family:Garamond;">DI </span><span lang="SV" style="font-size:12pt;">dalam sekolah pula akan terjadi proses pewarisan budaya dan penyebaran budaya secara sistematis dan terprogram.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.6pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;"><span>&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>Oleh karena fungsi keluarga sebagai tempat terjadinya transformasi pengetahuan , }eknologi dan nilai maka keberadaannya menjadi <b>sangat </b>penting di tengah masyarakat. 1Karena proses pewarisan, transformasi maupun prases penyebaran beragam pengetahuan, teknologi, budaya berlangsung secara sistematis dan terprogram maka pengalaman yang akan diperoleh oleh anak juga akan relatif sistematis, terprogram dan terukur.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Dengan demikian agar pemahaman anak tentang seksualitas maupun reproduksi yang sehat itu benar, maka peran sekolah sangat penting dan strategis. Karena pengetahuan yang akan diperoleh oleh anak sudah seragam, sistematis. Namun masalahnya pada bagaimana teknisnya agar pemahaman tentang seksualitas dan reproduksi sehat itu tidak justru memprovokasi siswa untuk coba-coba.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-top:21.6pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Pada dasarnya penulis sepakat <b>bahwa pendidikan sex </b>dan juga reproduksi sehat perlu dipahami oleh semua anak. Karena melalui sekolah pemahaman tentang <b>sexsualitas dan reproduksi yang sehat </b>akan lehih jelas, sistematis dan terprogram. Karena perlu juga dipahami bahwa pendidikan sex tidak hanya terkait dengan masalah alat kelamin, da hubungan sexual semata, namun juga menyangkut pola hubungan antara oran.g yang lain jenis, kehamilan, norma maupun penyakit yang mungkin timbul akibat hubungan sexual yang tidak benar.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana teknis pelaksanaannya apakah pendidikan sex dan reproduksi sehat itu dimasukkan dalam program kurikulum muatan lokal atau dalam pegembangan diri dalam ekstraurikuler. Kalau masuk dalam ekstra kurikuler maka sifatnya hanya pilihan dan bisa dikaitkan dalam bidang yang lain. Kalau masuk dalam intrakurikuler ada beberapa hal yang perlu disiapkan terlebih<b> </b>dahulu agar program pendidikan sex dan reproduksi sehat ini bisa mencapai sasaran maka perlu dipersiapkan terlebih dahulu dari aspek :</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:39.15pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV" style="font-family:Symbol;font-size:12pt;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Kurikulumnya yang meliputi: <b></b></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:39.15pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV" style="font-family:Symbol;font-size:12pt;"><span><img alt="*" height="13" src="/DOCUME%7E1/Hombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" width="13" /><span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;">standar kompetensinya dan kompetensi dasarnya,<b></b></span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:39.15pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV" style="font-family:Symbol;font-size:12pt;"><span><img alt="*" height="13" src="/DOCUME%7E1/Hombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" width="13" /><span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;">siapa gurunya, </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:39.15pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV" style="font-family:Symbol;font-size:12pt;"><span><img alt="*" height="13" src="/DOCUME%7E1/Hombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" width="13" /><span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;">berapa waktu yang disediakan</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:39.15pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV" style="font-family:Symbol;font-size:12pt;"><span><img alt="*" height="13" src="/DOCUME%7E1/Hombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" width="13" /><span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;">bagaimana metodenya </span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:39.15pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV" style="font-family:Symbol;font-size:12pt;"><span><img alt="*" height="13" src="/DOCUME%7E1/Hombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" width="13" /><span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV" style="font-size:12pt;">bagaimana media yang digunakan</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:39.15pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES" style="font-family:Symbol;font-size:12pt;"><span><img alt="*" height="13" src="/DOCUME%7E1/Hombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" width="13" /><span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="ES" style="font-size:12pt;">bagaimana sistem penilaiaanya</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-left:39.15pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span lang="ES" style="font-family:Symbol;font-size:12pt;"><span><img alt="*" height="13" src="/DOCUME%7E1/Hombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" width="13" /><span style="font-family:&quot;font-size:7pt;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;line-height:normal;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span lang="ES" style="font-size:12pt;">bagaimana sarana dan prasarananya <span>&nbsp;</span></span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.15pt;"><span lang="ES" style="font-size:12pt;">Dari sisi lain yang juga perlu dipersiapkan ádalah Apakah anak sudah siap secara psikologis maupun fisiologis <span>&nbsp;</span>dan juga apakah masyarakat sudah siap menerima kenyataan bahwa kehidupan pribadi orang dewasa dibicarakan secara terbuka.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.15pt;"><span lang="ES" style="font-size:12pt;">Disamping aspek kurikulum, guru, siswa, masyarakat juga perlu dipikirkan sarana pendukung misalnya buku paket. Hal &#8211; hal seperti ini harus dipikirkan terlebih dahulu karena pada dasarnya tingkat perkembangan psikologis anak remaja <b>berbeda dengan orang </b>dewasa misalnya mahasiswa sehingga harus dipertimbangkan dan dipersiapkan yang matang agar program pendidikan ini justru menjadi bumerang bagi kehidupan anak karena tergesa-gesa karena tuntutan modernisasi kesalahan dalam mendesainnya.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:21.6pt;"><span style="font-size:12pt;">Akhirnya penulis berkesimpulan bahwa pendidikan sex maupun reproduksi sihat pada dasarnya perlu untuk anak remaja, dan penyampaiannya itu menjadi tanggungjawab keluarga, masyarakat dan sekolah. Karena kelebihannya yang dimiliki oleh sekolah maka sekolah mempunyai peran yang strategis dalam menyampaikan pendidikan sex dan reproduksi sehat ini kepada anak, namun dalam implementasinya perlu dipesiapkan secara matang tentang kesiapan kurikulum, guru, siswa, masyarakat maupun saranya pendukung yang lainnya. Semoga kita terburu-buru agar tidak keliru.</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=110&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/tiga-institusi-yang-akan-mempengaruhi-pribadi-dan-tingkah-laku-seorang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA PERLU PENDIDIKAN SEX MASUK DALAM KURIKULUM SEKOLAH?</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/apa-perlu-pendidikan-sex-masuk-dalam-kurikulum-sekolah/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/apa-perlu-pendidikan-sex-masuk-dalam-kurikulum-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 04:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[APA PERLU PENDIDIKAN SEX MASUK DALAM KURIKULUM SEKOLAH?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/apa-perlu-pendidikan-sex-masuk-dalam-kurikulum-sekolah</guid>
		<description><![CDATA[Polemik tentang perlu tidaknya materi pendidikan sex dan&#160; kesehatan reproduksi dimasukkan kedalam kurikulum sekolah, merupakan wacana yang pada akhir-akhir ini sering muncul di media masa maupun dalam forum-forum seminar maupun diskusi. Wacana ini bertitik tolak dari hasil-hasil riset yang telah banyak dilakukan menunjukkan bahwa perilaku seksual remaja sekarang ini cenderung berada dalam tataran yang cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=106&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-indent:-122.4pt;margin:0 21.6pt .0001pt 180pt;"><span lang="SV" style="font-size:12pt;line-height:200%;"></span></div>
<div align="center" class="MsoNormal" style="text-align:center;"></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;">Polemik tentang perlu tidaknya materi pendidikan sex dan<span>&nbsp; </span>kesehatan reproduksi dimasukkan kedalam kurikulum sekolah, merupakan wacana yang pada akhir-akhir ini sering muncul di media masa maupun dalam forum-forum seminar maupun diskusi.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;">Wacana ini bertitik tolak dari hasil-hasil riset yang telah banyak dilakukan menunjukkan bahwa perilaku seksual remaja sekarang ini cenderung berada dalam tataran yang cukup mengkhawatirkan.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;">Kalau kita melihat banyaknya kasus &#8211; kasus yang muncul yang berkaitan dengan perilaku remaja, misalnya kasus hamil pra nikah, aborsi , maupun pembuangan bayi hasil hubungan gelap yang dilakukan oleh remaja, menunjukkan bahwa telah ada penyimpangan perilaku sexual pada sebagian <span>&nbsp;</span>remaja kita.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;">Tentunya kita sepakat bahwa perilaku menyimpang yang berkaitan dengan kehidupan seksual remaja perlu untuk segera kita luruskan, karena disamping perilaku ini bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai kemanusian, nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat, perilaku seksual yang menyimpang tersebut juga akan bisa merusak citra diri remaja, citra keluarga maupun mengganggu kesehatan reproduksi remaja tersebut.</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:7.2pt;text-indent:36pt;"><span style="font-size:12pt;">Permasalahannya sekarang<span>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span>adalah bagaimana upaya yang bisa dilakukan agar</span></div>
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:7.2pt;"><span style="font-size:12pt;">remaja atau pelajar mempunyai persepsi dan pemahaman yang benar terhadap masalah seksualitas, pacaran, pernikahan , kehamilan maupun tentang kesehatan reproduksi?.Kemudian siapa yang harus bertanggung jawab dalam membentuk perilaku remaja ? Dan juga bagaimana jika masalah pendidikan sex dan reproduksi remaja tersebut masuk dalam kurikulum pendidikan formal?</span></div>
<div class="MsoNormal"><span lang="SV" style="font-size:12pt;">Tri pusat pendidikan?</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=106&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/apa-perlu-pendidikan-sex-masuk-dalam-kurikulum-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN SEKS, GAGAL CEGAH KEHAMILAN REMAJA</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/pendidikan-seks-gagal-cegah-kehamilan-remaja/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/pendidikan-seks-gagal-cegah-kehamilan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 03:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[GAGAL CEGAH KEHAMILAN REMAJA]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN SEKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/pendidikan-seks-gagal-cegah-kehamilan-remaja</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan seks tidak mengurangi tingkat kehamilan remaja atau meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi. Demikian menurut dua penelitian berbeda yang dilakukan di Kanada dan Inggris.Seperti dikemukakan peneliti Kanada, program pendidikan seks gagal untuk menahan tingkat hubungan seks, gagal untuk meningkatkan pemakaian alat pelindung kehamilan ataupun mengurangi tingkat kehamilan remaja. Hal yang serupa juga dikemukakan peneliti Skotlandia. Menurutnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=105&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:12pt;"></span></b><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:12pt;"><br />Pendidikan seks tidak mengurangi tingkat kehamilan remaja atau meningkatkan pemakaian alat kontrasepsi. Demikian menurut dua penelitian berbeda yang dilakukan di Kanada dan Inggris.<br />Seperti dikemukakan peneliti Kanada, program pendidikan seks gagal untuk menahan tingkat hubungan seks, gagal untuk meningkatkan pemakaian alat pelindung kehamilan ataupun mengurangi tingkat kehamilan remaja.</p>
<p>Hal yang serupa juga dikemukakan peneliti Skotlandia. Menurutnya, pendidikan seks memang meningkatkan kualitas hubungan antara anak muda dan juga pengetahuan seks yang sehat. Tetapi pendidikan seks tetap tidak berpengaruh terhadap tingkat penggunaan alat kontrasepsi.</p>
<p>Sementara Asosiasi Perencanaan Keluarga Inggris mengatakan bahwa pendidikan seks hanyalah satu faktor untuk mengurangi kehamilan remaja tetapi keberhasilan inisiatif ini memerlukan pendekatan yang lebih luas lagi.</p>
<p>Para peneliti Kanada meninjau kembali 31 ujicoba pada remaja berusia 11 sampai 18 tahun dengan mengevaluasi kelas pendidikan seks, program pemantangan, klinik perencanaan keluarga dan program kemasyarakatan.</p>
<p>Dalam lima dari ujicoba itu &#8212; empat program pemantangan dan program seks di sekolah &#8212; peningkatan kehamilan di kalangan pasangan para pria yang terlibat diperiksa. </p>
<p>Penulis penelitian ini dari Universitas McMaster di Hamilton, Ontario, Kanada mengatakan bahwa masih belum jelas solusi untuk mengurangi tingkat kehamilan.</p>
<p>Dalam British Medical Journal, mereka mengatakan bahwa pendidikan seks sebaiknya dimulai secepat mungkin, selagi anak masih sangat muda, misalnya usia lima tahun.</p>
<p>Selain itu mereka menambahkan bahwa alasan sosial untuk kehamilan remaja ini perlu diselidiki lebih lanjut, para orang dewasa perlu dilibatkan untuk merancang program pendidikan seks dan negara seperti Belanda yang angka kehamilan remajanya rendah perlu dikaji.</p>
<p>Sementara peneliti Skotlandia membandingkan program pendidikan yang disebut SHARE yang melibatkan anak usia 13 sampai 15 tahun dengan pendidikan seks konvensional. Dalam hal ini melibatkan 25 sekolah SMP dengan 5.854 murid yang ditanya sebelum dan setelah diberikan skim. Para remaja memilih skim SHARE. Mereka yang terlibat dalam program hanya sedikit yang menolak hubungan seks pertama dengan pasangan mereka yang mengajaknya. Menurut mereka, pengetahuan seks yang sehat telah mereka tingkatkan. Tetapi tidak ada perbedaan antara kelompok SHARE dan mereka yang mendapat pendidikan seks konvensional dalam masalah aktivits seks atau pemakaian kontrasepsi pada usia 16 tahun. </p>
<p>Dr Daniel Wight dari Medical Research Council&#8217;s Social and Public Health Sciences Unit dari Universitas Glasgow mengatakan, &#8220;Salah satu yang membuat kita terkejut terhadap penelitian ini adalah mayoritas yang melakukan hubungan seks menggunakan kontrasepsi dan kondom secara bertanggung jawab. Mungkin itu karena pendidikan seks yang konvensional.&#8221;</p>
<p>Apa yang dibuktikan dalam penelitian ini adalah betapa sulitnya mengubah perilaku minoritas. &#8220;Sangat berbahaya untuk menyimpulkan bahwa pendidikan seks tidak berguna. Sebaiknya, mungkin perlu menjangkau sejauh mana pendidikan seks seperti ini bisa mencakup,&#8221; katanya menambahkan.</span><span style="color:black;font-family:Arial;font-size:9pt;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=105&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/09/pendidikan-seks-gagal-cegah-kehamilan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Kesehatan Reproduksi</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/pendidikan-kesehatan-reproduksi/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/pendidikan-kesehatan-reproduksi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Kesehatan Reproduksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/pendidikan-kesehatan-reproduksi</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya seks bebas di kalangan remaja membuat banyak pihak sangat prihatin. Salah satunya adalah Ketua Yayasan Sayap Ibu Daerah Istimewa Yogyakarta Ny Hj Ciptaningsih Utaryo. Pasalnya, kata dia, hal itu akan menimbulkan masalah baru bukan hanya bagi wanita remaja itu sendiri, tapi juga pada anak-anak yang akan dilahirkan. Terlebih anak yang lahir tersebut merupakan anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=103&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;"></span></b><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;"> Maraknya seks bebas di kalangan remaja membuat banyak pihak sangat prihatin. Salah satunya adalah Ketua Yayasan Sayap Ibu Daerah Istimewa Yogyakarta Ny Hj Ciptaningsih Utaryo. Pasalnya, kata dia, hal itu akan menimbulkan masalah baru bukan hanya bagi wanita remaja itu sendiri, tapi juga pada anak-anak yang akan dilahirkan. Terlebih anak yang lahir tersebut merupakan anak yang dikehendaki, sehingga ada kecenderungan akan ditelantarkan orang tua. </p>
<p>Ditambahkannya, munculnya perilaku seks bebas di kalangan remaja yang marak belakangan ini tidak terlepas dari pengaruh era globalisasi, serta berkaitan erat dengan pengaruh Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) atau di Daerah Istimewa Yogyakarta di sebut madat. </p>
<p>Sebagai Yayasan yang perduli dengan anak-anak terlantar, Yayasan Sayap Ibu (YSI) berupaya untuk mengatasi permasalahan anak-anak yang ditelantarkan orangtuannya, yang hingga kini jumlahnya demikian besar. Di Yayasan Sayap Ibu Daerah Istimewa Yogyakarta saja saat ini tercatat sekitar 500 orang anak lebih yang dirawat dan belum mendapatkan orang tua angkat. Bila digabung dengan lain jumlahnya akan mencapai ribuan orang. </p>
<p>Di antara mereka yang dirawat bukan hanya fisiknya yang normal, tapi ada juga diantaranya yang mengalami kecacatan akibat aborsi yang gagal dilakukan orang tuannya. &#8220;Karena biasanya orang tua yang hamil di luar nikah akan cenderung mencari jalan pintas untuk menutupi aib yang dideritannya. Padahal , cara ini selain tidak berprikemanusiaan, juga akan menyebabkan beban ganda pada anak-anak yang gagal di aborsi,&#8221; dalih Ciptaningsih. </p>
<p>Untuk menghindari tindakan aborsi illegal yang dilakukan ibu-ibu yang tidak menginginkan kehamilan, Yayasan Sayap Ibu selain menampung anak-anak yang ditelantarkan orang tuanya, juga mempunyai program merawat ibu-ibu muda yang hamil akibat seks bebas atau kehamilan tidak dikehendaki sampai anak tersebut lahir dengan selamat. </p>
<p>&#8220;Upaya yang dilakukan Yayasan Sayap Ibu ini bukannya justru memberikan peluang kepada anak-anak remaja untuk melakukan seks bebas, tapi semata untuk menolong nyawa ribuan generasi muda dari perbuatan tidak berkemanusiaan. Aborsi illegal bukan hanya berbahaya bagi janin, tapi juga nyawa ibu muda itu sendiri. Karena setiap janin berdasarkan kontroversi Hak Anak Internasional perlu dijaga kelangsungan hidupnya,&#8221; tungkasnya. </p>
<p>Ciptaningsih menegaskan, saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas -terutama di kalangan remaja- bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsure agama yang kuat, juga dibentengi dengan pendampingan orang tua Dan selektivitas dalam memilih teman-teman. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri. </p>
<p>Selain itu, sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah, namun bukan pendidikan seks secara vulgar. &#8220;Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi, tetapi bahaya akibat pergaulan bebas, seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. Dengan demikian, anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas,&#8221;</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=103&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/pendidikan-kesehatan-reproduksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips-tips sukses terhindar dengan seks dalam pacaran.</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/tips-tips-sukses-terhindar-dengan-seks-dalam-pacaran/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/tips-tips-sukses-terhindar-dengan-seks-dalam-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips-tips sukses terhindar dengan seks dalam pacaran.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/tips-tips-sukses-terhindar-dengan-seks-dalam-pacaran</guid>
		<description><![CDATA[Tips ini datang dari diriku sendiri. So far, aku berhasil menghindari hal-hal yang ‘diinginkan’ tersebut. Tips ini untuk semua gender. Hilangkan pikiran-pikiran negatif, terutama yang berkaitan dengan ‘hal itu’. Ingat, semua tindakan itu berawal dari niat dan niat itu ada di hati dan pikiran kita. So, clean it up at first. Jauhkan diri dari materi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=102&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br /></strong><br />Tips ini datang dari diriku sendiri. So far, aku berhasil menghindari hal-hal yang ‘diinginkan’ tersebut. Tips ini untuk semua gender.
<ol start="1" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Hilangkan      pikiran-pikiran negatif, terutama yang berkaitan dengan ‘hal itu’</strong>.      Ingat, semua tindakan itu berawal dari niat dan niat itu ada di hati dan      pikiran kita. So, clean it up at first.</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Jauhkan diri dari      materi berbau pornografi.</strong> Klo nggak bisa, ya kurangi, jangan      terlalu akrab. Aku nggak munafik, nggak menyangkal klo aku berkali-kali      lihat film or gambar porno (biasa kan      cowok <!--[if gte vml 1]&gt;                                                                                                                                         &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img alt=":p" height="18" src="/DOCUME%7E1/Ombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/19/clip_image001.gif" width="18" /><!--[endif]-->). Tapi semua pas aku iseng,      browsing koleksi file temen. Aku nggak pernah secara eksklusif browsing      untuk cari materi itu. Ini ada hubungannya dengan tips nomer 1. Silahkan      diartikan sendiri maksud aku.</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Hindari berduaan di      tempat yang sepi dan untouchable oleh orang lain</strong>, misal kamar      tidur, hotel, dll. Klo mo ke tempat wisata, pilih tempat ngobrol berduaan      yang bisa dijangkau pandangan mata orang lain. Sehingga kontrol diri bisa      maksimal karena merasa diawasi. Selama ini, aku lebih sering pacaran di      tempat-tempat yang ramai, macam mall or kafe.</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Minimalisir kontak      anggota badan</strong> pada saat berduaan seperti meraba, ciuman, dll.      Ciuman adalah yang paling sulit dihindari. Biasanya bagian ini dominan      cowok yang memulai. Tapi jika tips 1, 2 dan 3 dah dijalankan, mudah kok      melakukan tips ke-4 ini.</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Nggak usah pacaran.</strong>      <!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img alt=":D" height="18" src="/DOCUME%7E1/Ombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/19/clip_image001.gif" width="18" /><!--[endif]-->Ini nggak recommended loh. Dan      sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali dengan tips-tips ini. Cuman      untuk melengkapi, biar pas 5 biji. Hehehhehe…<!--[if gte vml 1]&gt;&lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img alt=":D" height="18" src="/DOCUME%7E1/Ombar/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/19/clip_image001.gif" width="18" /><!--[endif]--> Tapi kalo mau dipraktekkan, ya      silahkan. Untuk sementara, kamu menemani aku yang lagi jomblo. Inget,      untuk sementara loh…</li>
</ol>
<p>Silahkan dipraktekkan kalo memang ingin. Kalo nggak ingin dan nggak suka, jangan protes ke aku ya…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=102&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/tips-tips-sukses-terhindar-dengan-seks-dalam-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tito, Pusat Studi Seksualitas-PKBI DIY</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/tito-pusat-studi-seksualitas-pkbi-diy/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/tito-pusat-studi-seksualitas-pkbi-diy/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pusat Studi Seksualitas-PKBI DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Tito]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/tito-pusat-studi-seksualitas-pkbi-diy</guid>
		<description><![CDATA[bELAKANGAN ini banyak orangtua yang semakin khawatir dengan perkembangan dan juga pergaulan anak-anaknya. Mereka semakin was-was kalau-kalau putera-puteri mereka yang kelihatannya alim di rumah ternyata bisa bertindak &#8220;liar&#8221; di luar rumah. Kekawatiran ini diakui semakin menjadi-jadi setelah mencuat kasus pelaporan pemerkosaan yang menimpa bintang sinetron Faisal terhadap seorang remaja berusia 18 tahun bernama Sheara Rendra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=98&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br /></strong><br /><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">bELAKANGAN ini banyak orangtua yang semakin khawatir dengan perkembangan dan juga pergaulan anak-anaknya. Mereka semakin was-was kalau-kalau putera-puteri mereka yang kelihatannya alim di rumah ternyata bisa bertindak &#8220;liar&#8221; di luar rumah. </p>
<p>Kekawatiran ini diakui semakin menjadi-jadi setelah mencuat kasus pelaporan pemerkosaan yang menimpa bintang sinetron Faisal terhadap seorang remaja berusia 18 tahun bernama Sheara Rendra Mayang Putri. Atau juga yang dilaporkan Puspita Wahyuningsih alias Pipit dengan perut membucit yang diakuinya merupakan buah hubungannya dengan bintang sinetron dan iklan Agung Dumadi. </p>
<p>Anak hamil di luar nikah? Mendengar hal tersebut seperti halnya disambar petir di siang bolong. Terlebih lagi jika hal tersebut terjadi di keluarga sendiri. Rasanya sebagai orang tua tidak kurang memberi pengertian akan bahaya dan dosa jika mereka melakukan hubungan seks di luar nikah. </p>
<p>Apalagi jika sang orangtua tahu benar bahwa anaknya tidak pernah membantah, patuh dan termasuk juga jarang bergaul. Pertanyaan mengapa dia bisa hamil tanpa nikah terlebih dahulu? Apapula yang menyebabkan seusia mereka harus berhubungan layaknya pasangan suami-isteri? </p>
<p>Yang pasti kejadian ini tak hanya membuat malu keluarga yang punya anak wanita. Bagi yang punya anak laki-laki, juga tentu merasa tercoreng-moreng. Kemungkinan muncul pertanyaan mengapa anaknya yang baru saja dapat mengendarai mobil, ataupun naik motor kini bisa menghamili anak orang? Jika ini sudah terlanjur terjadi, apa yang harus dilakukan oleh para orang tua? Apakah akhirnya menikahkan mereka juga? Ataukah malahan menganjurkan hal yang dilarang dunia-akherat, yakni aborsi? </p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan ini tentu berpulang pada jawaban Anda masing-masing. Yang pasti selayaknya orangtua yang harus selalu berkewajiban mengayomi dan memberi rasa aman, apapun masalah yang menimpa mereka harus tetap dalam arahan orangtua. Rangkul mereka dan bantu mereka mencari solusi terbaik dari setiap masalah yang mereka hadapi. Bukan langsung mengkambing hitamkan dan memvonis buruk mereka. Bukan pula memberikan solusi tidak beradab seperti contohnya melakukan aborsi atau mencuci tangan atas apa yang sebenarnya telah mereka lakukan. </p>
<p>Sebenarnya apakah yang paling diinginkan oleh para remaja jika mereka mempunyai sebuah masalah yang mereka pikir tidak dapat diselesaikan sendiri, baik itu masalah pelajaran, pacar, teman ataupun keluarga? Pasti mereka akan curhat. </p>
<p>Sebab mereka pikir dengan curhat, maka masalah mereka dapat teratasi dan apa yang menjadi kegelisahan jiwa mereka dapat dilepaskan. Dengan curhat selain mereka merasa dilegakan perasaannya, mungkin juga dapat masukan untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapinya. </p>
<p>Tapi bukan solusi terbaik kiranya bila mereka curhat pada orang yang tidak tepat. Karena kemungkinan malahan bukannya jawaban dan penyelesaian yang mereka dapat, melainkan malahan timbul permasalahan baru. Apalagi jika menyangkut sesuatu yang dirahasiakan. Kadang teman yang sudah dianggap dekat dan baik pun belum tentu dapat diajak curhat dalam segala hal. </p>
<p>Alangkah baiknya sejak dini rangkul mereka, ajak mereka sebagai seorang teman dan sahabat. Dengan demikian mereka bisa dengan mudah mengatakan apa yang mereka rasakan, tak terkecuali tentang permasalahan cinta mereka. Terangkan pula apa itu seks dan akibatnya sesuai dengan usia dan perkembangan mereka. Dengan demikian mereka bisa berpikir sekian kali untuk melakukan seks diluar nikah. </p>
<p>Penanaman agama sedini mungkin juga menjadi jaminan kelangsungan hidup mereka untuk lebih baik. mereka bisa memilih hubugan yang sehat itu seperti apa, pacaran itu seperti apa dan norma hubungan antar pria dan wanita diluar pernikahan itu seperti apa. </p>
<p>Mulai dari sekarang juga dan detik ini juga rangkul mereka, dekati mereka sebagai sahabat karib dan bukan menyalahkan semuanya ketika semuanya sudah telanjur terjadi </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=98&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/tito-pusat-studi-seksualitas-pkbi-diy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Remaja dan pendidikan seks</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/remaja-dan-pendidikan-seks/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/remaja-dan-pendidikan-seks/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[Remaja dan pendidikan seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/remaja-dan-pendidikan-seks</guid>
		<description><![CDATA[Masih amat sedikit pihak yang mengerti dan memahami betapa pentingnya pendidikan seksualitas bagi remaja. Faktor kuat yang membuat pendidikan seksualitas sulit diimplementasikan secara formal adalah persoalan budaya dan agama. Selain itu, faktor lain yang ikut mempengaruhi adalah kentalnya budaya patriarki yang mengakar di masyarakat. Seksualitas masih dianggap sebagai isu perempuan belaka. Pornografi merupakan hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=94&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><strong><u><br /></u></strong></div>
<div style="text-align:justify;"><strong>Masih amat sedikit pihak yang mengerti dan memahami betapa pentingnya pendidikan seksualitas bagi remaja. Faktor kuat yang membuat pendidikan seksualitas sulit diimplementasikan secara formal adalah persoalan budaya dan agama.</strong></div>
<div style="text-align:justify;">Selain itu, faktor lain yang ikut mempengaruhi adalah kentalnya budaya patriarki yang mengakar di masyarakat. Seksualitas masih dianggap sebagai isu perempuan belaka. <br />Pornografi merupakan hal yang ramai dibicarakan karena berdampak negatif, dan salah satu upaya membentengi remaja dari pengetahuan seks yang menyesatkan adalah dengan memberikan pendidikan seksualitas yang benar. WHO menyebutkan, ada dua keuntungan yang dapat diperoleh dari pendidikan seksualitas.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </div>
<div style="text-align:justify;">Pertama, mengurangi jumlah remaja yang melakukan hubungan seks sebelum menikah.</div>
<div style="text-align:justify;">Kedua, bagi remaja yang sudah melakukan hubungan seksual, mereka akan melindungi dirinya dari penularan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. </div>
<div style="text-align:justify;">Mengingat rasa ingin tahu remaja yang begitu besar, pendidikan seksualitas yang diberikan harus sesuai kebutuhan remaja, serta tidak menyimpang dari prinsip pendidikan seksualitas itu sendiri. Maka, pendidikan seksualitas harus mempertimbangkan:&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </div>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertama,      pendidikan seksualitas harus didasarkan penghormatan hak reproduksi dan      hak seksual remaja untuk mempunyai pilihan. </li>
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua,      berdasarkan pada kesetaraan jender.&nbsp; </li>
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketiga,      partisipasi remaja secara penuh dalam proses perencanaan, <br />pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan seksualitas.&nbsp; </li>
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Keempat,      bukan cuma dilakukan secara formal, tetapi juga <br />nonformal. </li>
</ul>
<div style="text-align:justify;"><em>Sampai kapankah kita masih terus memperdebatkan persoalan pendidikan seksualitas untuk remaja, sedangkan remaja sebenarnya &#8220;diam-diam&#8221; sudah mencuri informasi yang menyesatkan tentang seks dari pornografi?&nbsp; </em></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=94&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/remaja-dan-pendidikan-seks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Seks = Pornografi</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/pendidikan-seks-pornografi/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/pendidikan-seks-pornografi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan Seks = Pornografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/pendidikan-seks-pornografi</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan kesehatan reproduksi remaja sebagai salah satu upaya&#160; untuk &#8220;mengerem&#8221; kasus-kasus itu, sampai saat ini masih saja diperdebatkan (bahkan banyak yang enggak setuju). Sementara, pornografi tiap saat ditemui remaja. Beberapa kajian menunjukkan, remaja haus akan informasi mengenai persoalan seksualitas dan kesehatan reproduksi. Penelitian Djaelani yang dikutip Saifuddin (1999:6) menyatakan, 94 persen remaja menyatakan butuh nasihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=92&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"></div>
<div style="text-align:justify;"><strong><br /></strong></div>
<div>  </div>
<div style="text-align:justify;"><strong>Pendidikan kesehatan reproduksi remaja sebagai salah satu upaya&nbsp; untuk &#8220;mengerem&#8221; kasus-kasus itu, sampai saat ini masih saja diperdebatkan (bahkan banyak yang enggak setuju).</strong> </div>
<div style="text-align:justify;">  </div>
<div style="text-align:justify;">Sementara, pornografi tiap saat ditemui remaja. Beberapa kajian menunjukkan, remaja haus akan informasi mengenai persoalan seksualitas dan kesehatan reproduksi.</p>
<p>Penelitian Djaelani yang dikutip Saifuddin (1999:6) menyatakan, 94 persen remaja menyatakan butuh nasihat mengenai seks dan kesehatan reproduksi. Namun, repotnya, sebagian besar remaja justru tidak dapat mengakses sumber informasi yang tepat. Jika mereka kesulitan untuk<br />mendapatkan informasi melalui jalur formal, terutama dari lingkungan sekolah dan petugas kesehatan, maka kecenderungan yang muncul adalah coba-coba sendiri mencari sumber informal.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </div>
<div style="text-align:justify;">  </div>
<div style="text-align:justify;">Sebagaimana dipaparkan Elizabeth B Hurlock (1994:226), informasi mereka coba dipenuhi dengan cara membahas bersama teman-teman, buku-buku tentang seks, atau mengadakan percobaan dengan jalan masturbasi, bercumbu atau berhubungan seksual. Kebanyakan masih ada anggapan, seksualitas dan kesehatan reproduksi dinilai masih tabu untuk dibicarakan remaja. </div>
<div style="text-align:justify;">  </div>
<div style="text-align:justify;"><em>Ada</em><em> kekhawatiran (asumsi) untuk membicarakan persoalan seksualitas kepada remaja, sama halnya memancing remaja untuk melakukan tindakan coba-coba.</em>&nbsp; </div>
<div style="text-align:justify;">  </div>
<div style="text-align:justify;">Sebenarnya, masalah seksualitas remaja adalah problem yang tidak henti-hentinya diperdebatkan. Ada dua pendapat tentang perlu tidaknya remaja mendapatkan informasi seksualitas. Argumen pertama memandang, bila remaja mendapat informasi tentang seks, khususnya masalah pelayanan kesehatan reproduksi, justru akan mendorong remaja <br />melakukan aktivitas seksual dan promiskuitas lebih dini. </div>
<div style="text-align:justify;">  </div>
<div style="text-align:justify;">Sedangkan pendapat kedua mengatakan, remaja membutuhkan informasi tentang <br />perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya dan implikasi pada perilaku seksual dalam rangka menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran terhadap kesehatannya.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </div>
<div style="text-align:justify;">  </div>
<div style="text-align:justify;">Remaja sendiri merupakan kelompok umur yang sedang mengalami perkembangan. Banyak di antara remaja berada dalam kebingungan memikirkan keadaan dirinya. Sayangnya, untuk mengetahui persoalan seksualitas masih terdapat tembok penghalang. Padahal, mestinya jauh <br />lebih baik memberikan informasi yang tepat pada mereka daripada membiarkan mereka mencari tahu dengan caranya sendiri.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </div>
<div style="text-align:justify;">  </div>
<div style="text-align:justify;">Pendidikan seksualitas masih dianggap sebagai bentuk pornografi. Padahal, dalam gambaran penelitian yang pernah dilakukan oleh Pusat Studi Seksualitas PKBI-DIY di wilayah Yogyakarta pada pertengahan tahun 2000 terhadap persepsi remaja dan guru (mewakili orangtua), anggapan itu tidak sepenuhnya terbukti.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </div>
<div style="text-align:justify;">  <span style="font-family:&quot;font-size:12pt;">Selama ini pendidikan seks dipersepsikan sebagai sebuah hal yang sifatnya pornografi yang tidak boleh dibicarakan, apalagi oleh remaja. Dari hasil kuesioner menggambarkan, hanya sekitar 14,29 persen (responden guru) yang menyatakan, pendidikan seks sama dengan </span><br /><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;"> pornografi. Dari remaja sendiri anggapan tentang pendidikan seks sama dengan pornografi tidak terbukti (0 persen). </span><br /><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;"> <!--[if !supportLineBreakNewLine]--></span><br /><span style="font-family:&quot;font-size:12pt;"> <!--[endif]--></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=92&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/pendidikan-seks-pornografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana bentuk hubungan jender</title>
		<link>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/bagaimana-bentuk-hubungan-jender/</link>
		<comments>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/bagaimana-bentuk-hubungan-jender/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 08:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fransiskool</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bagaimana bentuk hubungan jender]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/bagaimana-bentuk-hubungan-jender</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana bentuk hubungan jender ? Hubungan jender ialah hubungan sosial antara laki-laki dengan perempuan yang bersifat saling membantu atau sebaliknya, serta memiliki banyak perbedaan dan ketidaksetaraan. Hubungan jender berbeda dari waktu ke waktu, dan antara masyarakat satu dengan masyarakat lain, akibat perbedan suku, agama, status sosial maupun nilai (tradisi dan norma yang dianut). Apakah ketidakadilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=89&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="line-height:200%;text-align:justify;"><span style="color:black;">Bagaimana bentuk hubungan jender ?</span></h4>
<div class="MsoNormal" style="line-height:200%;margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span style="color:black;">Hubungan jender ialah hubungan sosial antara laki-laki dengan perempuan yang bersifat saling membantu atau sebaliknya, serta memiliki banyak perbedaan dan ketidaksetaraan. Hubungan jender berbeda dari waktu ke waktu, dan antara masyarakat satu dengan masyarakat lain, akibat perbedan suku, agama, status sosial maupun nilai (tradisi dan norma yang dianut). </span></div>
<h4 style="line-height:200%;text-align:justify;"><span style="color:black;">Apakah ketidakadilan jender itu?</span></h4>
<div class="MsoNormal" style="line-height:200%;text-align:justify;"><span style="color:black;">Ketidakadilan jender merupakan bentuk perbedaan perlakuan berdasarkan alasan jender, seperti pembatasan peran, penyingkiran atau pilih kasih yang mengkibatkan terjadinya pelanggaran atas pengakuan hak asasinya, persamaan antara laki-laki dan perempuan, maupun hak dasar dalam bidang sosial, politik, ekonomi, budaya dan lain-lain<i>.</i>Sebagai contoh dari ketidakadilan jender pada remaja adalah jika terjadi kehamilan pada remaja putri yang masih sekolah maka hanya remaja putri tersebut yang dikeluarkan dari sekolah sementara remaja putra yang menghamili tidak dikeluarkan. Seharusnya jika mungkin, kedua-duanya tetap diberi kesempatan untuk melanjutkan sekolahnya.</span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tripadsense.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tripadsense.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tripadsense.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tripadsense.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tripadsense.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tripadsense.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tripadsense.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tripadsense.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tripadsense.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tripadsense.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tripadsense.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tripadsense.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tripadsense.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tripadsense.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tripadsense.wordpress.com&amp;blog=9978592&amp;post=89&amp;subd=tripadsense&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tripadsense.wordpress.com/2009/10/06/bagaimana-bentuk-hubungan-jender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b5f3bb9e80f454470af381d051732caf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fransiskool</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
